Subhanallah dek, kita sudah sampai di minggu 36, sebentar lagi waktu pertemuan itu tiba...
Sampai terakhir periksa, posisi, berat dan air ketuban adek sudah bagus :) Alhamdulillah. sampai sejauh ini adek udah ganti dokter 3x :D Bukan karena apa, tapi itu karena keadaan. Dokter yang pertama cuti melahirkan, dokter kedua menurut ayah agak lama responnya, waktu itu mama demam dan panas tinggi. Di sms gak dibales, ditelpon lama ngangkatnya :(
Nah akhirnya kita cari dokter lain, takutnya panas dan demamnya pengaruh ke adek, alhamdulillah kita nemu dokter cewek juga dan muslim pula. Dari situ keliatan banget si ayah sreg sama bu dokter yang terakhir.
Namanya juga perkiraan dan analisa manusia, disini begitu, disana begini. Kalau kata dokter yang kedua, si adek perkiraannya maju pertengahan Maret, kalau kata dokter yang terakhir tetep seperti hitungan HPHT, akhir Maret. Yang penting adek lahir sehat, normal dan gak lewat waktu. Pengennya mama sih minggu 37 atau 38 :)
Semoga kita selalu sehat sayang, dan menjadi tim yang hebat di saat pertemuan pertama kita :)
semua sudah menantikanmu sayang :-*
Mencoba merangkai kata berbuah makna
Showing posts with label menjaga kehamilan. Show all posts
Showing posts with label menjaga kehamilan. Show all posts
Friday, March 01, 2013
Thursday, January 17, 2013
Untukmu, Calon Ayah#1
Dulu aku dan kamu juga sama, terbentuk dari sperma dan tumbuh menjadi janin
lahir menjadi bayi dan tumbuh menjadi balita, remaja dan kini dewasa
Hingga terjalin menjadi satu, bermusyarakah menjadi kita
Hari ini aku mengandung pertalian cinta kita
tak sampai sepuluh minggu lagi, dia akan lahir ke dunia
Tentu saja, hadiah pertama untuknya adalah nama
Yang dibelakangnya akan tersemat namamu
Sekalipun tidak di akta kelahirannya, tapi nanti di catatan buku amalnya
Aku tak hanya menyiapkan ragaku untuk melahirkannya
tapi jiwaku untuk menjaga amanah-Nya
aku tak pernah tau denganmu, calon ayah?
Kau lebih sering membisu dalam pikiranmu
Bertarung sendiri dengan duniamu
Ini agar kau tau, bahwa ada seorang calon ibu yang mengkhawatirkanmu
Bagaimana kita bersama-sama menjaga titipan ini?
Dengan cara apa kita menyayanginya? Dengan aturan yang bagaimana kita mendidiknya?
utamanya, bagaimana kita harus menjadi contoh untuknya...
Calon ayah, calon ibu ini mengkhawatirkanmu...
Ketika godaan di samping dan kananmu yang hampir tak ada batas
Sanggupkah hatimu bertahan? Meski mulutmu mengatakan, aku tak tergoyahkan
Bukan berarti aku lebih darimu, tapi ini tugasku, mengingatkan dan mencemaskan
Namamu, akan disandangnya
Namamu, akan dibawanya kemana dia berada
Namamu, tak hanya dalam kata, tapi juga hatinya
Bersiaplah, karena tak hanya aku yang akan mengikutimu, tapi juga dia
Surga ataupun Neraka...
lahir menjadi bayi dan tumbuh menjadi balita, remaja dan kini dewasa
Hingga terjalin menjadi satu, bermusyarakah menjadi kita
Hari ini aku mengandung pertalian cinta kita
tak sampai sepuluh minggu lagi, dia akan lahir ke dunia
Tentu saja, hadiah pertama untuknya adalah nama
Yang dibelakangnya akan tersemat namamu
Sekalipun tidak di akta kelahirannya, tapi nanti di catatan buku amalnya
Aku tak hanya menyiapkan ragaku untuk melahirkannya
tapi jiwaku untuk menjaga amanah-Nya
aku tak pernah tau denganmu, calon ayah?
Kau lebih sering membisu dalam pikiranmu
Bertarung sendiri dengan duniamu
Ini agar kau tau, bahwa ada seorang calon ibu yang mengkhawatirkanmu
Bagaimana kita bersama-sama menjaga titipan ini?
Dengan cara apa kita menyayanginya? Dengan aturan yang bagaimana kita mendidiknya?
utamanya, bagaimana kita harus menjadi contoh untuknya...
Calon ayah, calon ibu ini mengkhawatirkanmu...
Ketika godaan di samping dan kananmu yang hampir tak ada batas
Sanggupkah hatimu bertahan? Meski mulutmu mengatakan, aku tak tergoyahkan
Bukan berarti aku lebih darimu, tapi ini tugasku, mengingatkan dan mencemaskan
Namamu, akan disandangnya
Namamu, akan dibawanya kemana dia berada
Namamu, tak hanya dalam kata, tapi juga hatinya
Bersiaplah, karena tak hanya aku yang akan mengikutimu, tapi juga dia
Surga ataupun Neraka...
Ketika aku mengkhawatirkan batin dan nuranimu, merindukanmu diselimuti aura malaikat, dengan ketaqwaan yang memikat, mendekatlah pada jalan dimana seharusnya kita melangkah bersama. Seperti yang slalu kita impikan, karena takkan pernah menjadi kenyataan, tanpa kita laksanakan niatan. Anak kita, siap menjadi bayangan langkah dan gerak kita...
Friday, January 04, 2013
Minggu #28
Assalamu'alaikum anakku sayang...
Gak terasa ya udah 28 minggu di perut mama, tiap ngaca, seneng banget liat perut mama yang makin buncit karena kehadiranmu. Belum lagi ayah yang tiap berangkat dan pulang kerja slalu menyapamu dengan cium dan ngelus perut mama. Tiap mau tidur ayah slalu baca doa dan mengajakmu bicara agar lebih anteng, alhasil mama bisa tidur nyenyak :)
Tidak sampai 3 bulan lagi kita akan berjumpa, mama mulai menyiapkan mental dan kebahagiaan tak terkira untuk menyambutmu, begitu juga dengan ayah. Adek tau gak wajahnya ayah yang mulai was-was menyiapkan diri untuk nemenin mama melahirkanmu nanti? Lucu banget, padahal kan masih berpuluh-puluh hari lagi :D
Biarpun kenaikan berat badan mama cuma sedikit, tapi mama yakin adek sehat dan tumbuh sempurna. Dari hasil usg, berat badan adek juga normal dan selalu melesat naik. Mama juga sudah mulai nyicil beli perlengkapan untuk adek nanti. Semoga adek suka ya...
Sekarang, ayah dan mama lagi cari nama buat adek, nama yang sederhana tapi bermakna buat adek. karena nama itu adalah hadiah pertama dan terindah dari orang tua untuk anaknya ketika dia baru lahir ke dunia. dan yang lebih penting lagi mulai sekarang, kita mesti rajin olahraga biar saat pertemuan kita nanti, semua sehat dan berjalan normal. Kita harus bisa bekerja sama ya sayang...
Ayah dan Mama berterima kasih pada Allah atas kehadiranmu :-*
Gak terasa ya udah 28 minggu di perut mama, tiap ngaca, seneng banget liat perut mama yang makin buncit karena kehadiranmu. Belum lagi ayah yang tiap berangkat dan pulang kerja slalu menyapamu dengan cium dan ngelus perut mama. Tiap mau tidur ayah slalu baca doa dan mengajakmu bicara agar lebih anteng, alhasil mama bisa tidur nyenyak :)
Tidak sampai 3 bulan lagi kita akan berjumpa, mama mulai menyiapkan mental dan kebahagiaan tak terkira untuk menyambutmu, begitu juga dengan ayah. Adek tau gak wajahnya ayah yang mulai was-was menyiapkan diri untuk nemenin mama melahirkanmu nanti? Lucu banget, padahal kan masih berpuluh-puluh hari lagi :D
Biarpun kenaikan berat badan mama cuma sedikit, tapi mama yakin adek sehat dan tumbuh sempurna. Dari hasil usg, berat badan adek juga normal dan selalu melesat naik. Mama juga sudah mulai nyicil beli perlengkapan untuk adek nanti. Semoga adek suka ya...
Sekarang, ayah dan mama lagi cari nama buat adek, nama yang sederhana tapi bermakna buat adek. karena nama itu adalah hadiah pertama dan terindah dari orang tua untuk anaknya ketika dia baru lahir ke dunia. dan yang lebih penting lagi mulai sekarang, kita mesti rajin olahraga biar saat pertemuan kita nanti, semua sehat dan berjalan normal. Kita harus bisa bekerja sama ya sayang...
Ayah dan Mama berterima kasih pada Allah atas kehadiranmu :-*
Wednesday, October 24, 2012
Pingin Belanja
menuju minggu 18....
pengennya sih sudah mulai mencicil (kayak utang) perlengkapan si kecil, pertimbangannya :
1. Saya gak percaya mitos kalau beli-beli barang bayi harus menunggu 7 bulan
2. Karena kebutuhan bayi itu banyak, dan biaya juga gak sedikit, jadi nanti pas mau lahir kita sudah siap dan tinggal nyiapin biaya buat melahirkan.
3. barang-barang bayi itu harganya lumayan banget, ngalah-ngalahin baju emak bapaknya. Kecuali kita orang kaya sih gak masalah...
4. Mumpung badan masih enteng dibawa kemana-kemana :D
Oh iya, waktu usg kemarin aku sih gak tanya sama bu dokter tentang jenis kelaminnya dan bu dokternya juga gak cerita, apa ajalah yang penting sehat dan gak kurang satu apapun. si kecil udah keliatan nendang2 pas di usg, beratnya 203 gram. Semoga tetap sehat, makin aktif dan beratnya normal terusss.
Amin
pengennya sih sudah mulai mencicil (kayak utang) perlengkapan si kecil, pertimbangannya :
1. Saya gak percaya mitos kalau beli-beli barang bayi harus menunggu 7 bulan
2. Karena kebutuhan bayi itu banyak, dan biaya juga gak sedikit, jadi nanti pas mau lahir kita sudah siap dan tinggal nyiapin biaya buat melahirkan.
3. barang-barang bayi itu harganya lumayan banget, ngalah-ngalahin baju emak bapaknya. Kecuali kita orang kaya sih gak masalah...
4. Mumpung badan masih enteng dibawa kemana-kemana :D
Oh iya, waktu usg kemarin aku sih gak tanya sama bu dokter tentang jenis kelaminnya dan bu dokternya juga gak cerita, apa ajalah yang penting sehat dan gak kurang satu apapun. si kecil udah keliatan nendang2 pas di usg, beratnya 203 gram. Semoga tetap sehat, makin aktif dan beratnya normal terusss.
Amin
Friday, September 28, 2012
Ibu Hamil, perlu baca ini
Penyebab Gagap
Syekh Dr. Muhammad Al-'Arifi menukil sebuah cerita dari Imam Adz-Dzahabi ketika beliau mengisahkan tentang Imamul Haramain, Abdul Malik bin Abdullah Al-Juwaini r.a., katanya, "Konon Al-Juwaini jika berkhotbah atau berdebat, kadang mengalami kesulitan bicara atau gagap dan tertegun sejenak. Lidahnya seakan kelu dan kaku, tak mampu melanjutkan ucapannya. Jika hal itu terjadi, ia berkata kepada orang-orang, Demi Allah, aku tahu sebab dari kegagapanku ini."
"Apa sebabnya?" tanya mereka.
la menjawab, "Dahulu, ayahku adalah seorang saleh dan berilmu. la berprofesi sebagai mu'alim (guru atau syekh). Ayahku sungguh berhati-hati dalam mencari penghasilan halal. la tidak pernah memasukkan sesuatu pun ke dalam rumahnya, kecuali yang diyakini benar kehalalannya. la melarang ibuku untuk menyusukanku kepada wanita lain".
Ayah memberi alasan kepada ibu, "Aku yakin bahwa makanan, minuman, dan pakaianmu semua halal. Namun, wanita lain aku taktahu, dari manasuaminya menafkahinya. Jadi, hati-hatilah jangan sampai anak ini disusui atau diberi makan orang lain!" perintah ayah kepada ibuku.
Namun, pada suatu hari, aku ditinggalkan di ruang depan oleh ibuku yang sedang berada di dalam rumah. Aku pun mulai merengek dan menangis. Tiba-tiba masuklah seorang sahaya wanita milik tetangga yang baru saja melahirkan dan sedang menyusui.
la pun menggendongku dan menyusuiku hingga tangisku reda. Ketika itu pula, datanglah ayahku dan langsung merebutku dari buaian hamba sahaya tersebut. la langsung memasukkan jarinya ke dalam tenggorokanku hingga kumuntahkan apa yang ada di dalam perutku.
Ayahku berkata kepadanya, "Engkau adalah sahaya wanita milik tetangga kami. Seluruh bagianmu adalah milik mereka, sedangkan kami belum meminta izin kepada mereka mengenai air susu darimu!"
Demi Allah, aku mendengar sendiri cerita ini dari ayahku dan aku yakin bahwa kegagapanku ini ialah karena air susu yang masih tersisa dalam perutku," kata Al-Juwaini r.a. mengakhiri kisahnya.
Konon hal itu juga menimpa Abu Hanifah r.a. sehingga ia juga mengalami sulit bicara.
sumber : http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com
Syekh Dr. Muhammad Al-'Arifi menukil sebuah cerita dari Imam Adz-Dzahabi ketika beliau mengisahkan tentang Imamul Haramain, Abdul Malik bin Abdullah Al-Juwaini r.a., katanya, "Konon Al-Juwaini jika berkhotbah atau berdebat, kadang mengalami kesulitan bicara atau gagap dan tertegun sejenak. Lidahnya seakan kelu dan kaku, tak mampu melanjutkan ucapannya. Jika hal itu terjadi, ia berkata kepada orang-orang, Demi Allah, aku tahu sebab dari kegagapanku ini."
"Apa sebabnya?" tanya mereka.
la menjawab, "Dahulu, ayahku adalah seorang saleh dan berilmu. la berprofesi sebagai mu'alim (guru atau syekh). Ayahku sungguh berhati-hati dalam mencari penghasilan halal. la tidak pernah memasukkan sesuatu pun ke dalam rumahnya, kecuali yang diyakini benar kehalalannya. la melarang ibuku untuk menyusukanku kepada wanita lain".
Ayah memberi alasan kepada ibu, "Aku yakin bahwa makanan, minuman, dan pakaianmu semua halal. Namun, wanita lain aku taktahu, dari manasuaminya menafkahinya. Jadi, hati-hatilah jangan sampai anak ini disusui atau diberi makan orang lain!" perintah ayah kepada ibuku.
Namun, pada suatu hari, aku ditinggalkan di ruang depan oleh ibuku yang sedang berada di dalam rumah. Aku pun mulai merengek dan menangis. Tiba-tiba masuklah seorang sahaya wanita milik tetangga yang baru saja melahirkan dan sedang menyusui.
la pun menggendongku dan menyusuiku hingga tangisku reda. Ketika itu pula, datanglah ayahku dan langsung merebutku dari buaian hamba sahaya tersebut. la langsung memasukkan jarinya ke dalam tenggorokanku hingga kumuntahkan apa yang ada di dalam perutku.
Ayahku berkata kepadanya, "Engkau adalah sahaya wanita milik tetangga kami. Seluruh bagianmu adalah milik mereka, sedangkan kami belum meminta izin kepada mereka mengenai air susu darimu!"
Demi Allah, aku mendengar sendiri cerita ini dari ayahku dan aku yakin bahwa kegagapanku ini ialah karena air susu yang masih tersisa dalam perutku," kata Al-Juwaini r.a. mengakhiri kisahnya.
Konon hal itu juga menimpa Abu Hanifah r.a. sehingga ia juga mengalami sulit bicara.
moga kita bisa menjaga dengan baik amanah indah ini dengan memberikan yang terbaik dan halal :)
sumber : http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com
Subscribe to:
Comments (Atom)
Blog Design by Gisele Jaquenod
