Showing posts with label gizi selama hamil. Show all posts
Showing posts with label gizi selama hamil. Show all posts

Friday, March 01, 2013

Minggu #36

Subhanallah dek, kita sudah sampai di minggu 36, sebentar lagi waktu pertemuan itu tiba...
Sampai terakhir periksa, posisi, berat dan air ketuban adek sudah bagus :) Alhamdulillah. sampai sejauh ini adek udah ganti dokter 3x :D  Bukan karena apa, tapi itu karena keadaan. Dokter yang pertama cuti melahirkan, dokter kedua menurut ayah agak lama responnya, waktu itu mama demam dan panas tinggi. Di sms gak dibales, ditelpon lama ngangkatnya :(
Nah akhirnya kita cari dokter lain, takutnya panas dan demamnya pengaruh ke adek, alhamdulillah kita nemu dokter cewek juga dan muslim pula. Dari situ keliatan banget si ayah sreg sama bu dokter yang terakhir.

Namanya juga perkiraan dan analisa manusia, disini begitu, disana begini. Kalau kata dokter yang kedua, si adek perkiraannya maju pertengahan Maret, kalau kata dokter yang terakhir tetep seperti hitungan HPHT, akhir Maret. Yang penting adek lahir sehat, normal dan gak lewat waktu. Pengennya mama sih minggu 37 atau 38 :)

Semoga kita selalu sehat sayang, dan menjadi tim yang hebat di saat pertemuan pertama kita :)
semua sudah menantikanmu sayang :-*

Friday, September 28, 2012

Ibu Hamil, perlu baca ini

Penyebab Gagap

Syekh Dr. Muhammad Al-'Arifi menukil sebuah cerita dari Imam Adz-Dzahabi ketika beliau mengisahkan tentang Imamul Haramain, Abdul Malik bin Abdullah Al-Juwaini r.a., katanya, "Konon Al-Juwaini jika berkhotbah atau berdebat, kadang mengalami kesulitan bicara atau gagap dan tertegun sejenak. Lidahnya seakan kelu dan kaku, tak mampu melanjutkan ucapannya. Jika hal itu terjadi, ia berkata kepada orang-orang, Demi Allah, aku tahu sebab dari kegagapanku ini."

"Apa sebabnya?" tanya mereka.
la menjawab, "Dahulu, ayahku adalah seorang saleh dan berilmu. la berprofesi sebagai mu'alim (guru atau syekh). Ayahku sungguh berhati-hati dalam mencari penghasilan halal. la tidak pernah memasukkan sesuatu pun ke dalam rumahnya, kecuali yang diyakini benar kehalalannya. la melarang ibuku untuk menyusukanku kepada wanita lain".

Ayah memberi alasan kepada ibu, "Aku yakin bahwa makanan, minuman, dan pakaianmu semua halal. Namun, wanita lain aku taktahu, dari manasuaminya menafkahinya. Jadi, hati-hatilah jangan sampai anak ini disusui atau diberi makan orang lain!" perintah ayah kepada ibuku.

Namun, pada suatu hari, aku ditinggalkan di ruang depan oleh ibuku yang sedang berada di dalam rumah. Aku pun mulai merengek dan menangis. Tiba-tiba masuklah seorang sahaya wanita milik tetangga yang baru saja melahirkan dan sedang menyusui.

la pun menggendongku dan menyusuiku hingga tangisku reda. Ketika itu pula, datanglah ayahku dan langsung merebutku dari buaian hamba sahaya tersebut. la langsung memasukkan jarinya ke dalam tenggorokanku hingga kumuntahkan apa yang ada di dalam perutku.

Ayahku berkata kepadanya, "Engkau adalah sahaya wanita milik tetangga kami. Seluruh bagianmu adalah milik mereka, sedangkan kami belum meminta izin kepada mereka mengenai air susu darimu!"

Demi Allah, aku mendengar sendiri cerita ini dari ayahku dan aku yakin bahwa kegagapanku ini ialah karena air susu yang masih tersisa dalam perutku," kata Al-Juwaini r.a. mengakhiri kisahnya.

Konon hal itu juga menimpa Abu Hanifah r.a. sehingga ia juga mengalami sulit bicara.

moga kita bisa menjaga dengan baik amanah indah ini dengan memberikan yang terbaik dan halal :)

sumber : http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com