Showing posts with label hamil dalam islam. Show all posts
Showing posts with label hamil dalam islam. Show all posts

Friday, January 04, 2013

Minggu #28

Assalamu'alaikum anakku sayang...
Gak terasa ya udah 28 minggu di perut mama, tiap ngaca, seneng banget liat perut mama yang makin buncit karena kehadiranmu. Belum lagi ayah yang tiap berangkat dan pulang kerja slalu menyapamu dengan cium dan ngelus perut mama. Tiap mau tidur ayah slalu baca doa dan mengajakmu bicara agar lebih anteng, alhasil mama bisa tidur nyenyak :)

Tidak sampai 3 bulan lagi kita akan berjumpa, mama mulai menyiapkan mental dan kebahagiaan tak terkira untuk menyambutmu, begitu juga dengan ayah. Adek tau gak wajahnya ayah yang mulai was-was menyiapkan diri untuk nemenin mama melahirkanmu nanti? Lucu banget, padahal kan masih berpuluh-puluh hari lagi :D

Biarpun kenaikan berat badan mama cuma sedikit, tapi mama yakin adek sehat dan tumbuh sempurna. Dari hasil usg, berat badan adek juga normal dan selalu melesat naik. Mama juga sudah mulai nyicil beli perlengkapan untuk adek nanti. Semoga adek suka ya...

Sekarang, ayah dan mama lagi cari nama buat adek, nama yang sederhana tapi bermakna buat adek. karena nama itu adalah hadiah pertama dan terindah dari orang tua untuk anaknya ketika dia baru lahir ke dunia. dan yang lebih penting lagi mulai sekarang, kita mesti rajin olahraga biar saat pertemuan kita nanti, semua sehat dan berjalan normal. Kita harus bisa bekerja sama ya sayang...
Ayah dan Mama berterima kasih pada Allah atas kehadiranmu :-*

Friday, September 28, 2012

Ibu Hamil, perlu baca ini

Penyebab Gagap

Syekh Dr. Muhammad Al-'Arifi menukil sebuah cerita dari Imam Adz-Dzahabi ketika beliau mengisahkan tentang Imamul Haramain, Abdul Malik bin Abdullah Al-Juwaini r.a., katanya, "Konon Al-Juwaini jika berkhotbah atau berdebat, kadang mengalami kesulitan bicara atau gagap dan tertegun sejenak. Lidahnya seakan kelu dan kaku, tak mampu melanjutkan ucapannya. Jika hal itu terjadi, ia berkata kepada orang-orang, Demi Allah, aku tahu sebab dari kegagapanku ini."

"Apa sebabnya?" tanya mereka.
la menjawab, "Dahulu, ayahku adalah seorang saleh dan berilmu. la berprofesi sebagai mu'alim (guru atau syekh). Ayahku sungguh berhati-hati dalam mencari penghasilan halal. la tidak pernah memasukkan sesuatu pun ke dalam rumahnya, kecuali yang diyakini benar kehalalannya. la melarang ibuku untuk menyusukanku kepada wanita lain".

Ayah memberi alasan kepada ibu, "Aku yakin bahwa makanan, minuman, dan pakaianmu semua halal. Namun, wanita lain aku taktahu, dari manasuaminya menafkahinya. Jadi, hati-hatilah jangan sampai anak ini disusui atau diberi makan orang lain!" perintah ayah kepada ibuku.

Namun, pada suatu hari, aku ditinggalkan di ruang depan oleh ibuku yang sedang berada di dalam rumah. Aku pun mulai merengek dan menangis. Tiba-tiba masuklah seorang sahaya wanita milik tetangga yang baru saja melahirkan dan sedang menyusui.

la pun menggendongku dan menyusuiku hingga tangisku reda. Ketika itu pula, datanglah ayahku dan langsung merebutku dari buaian hamba sahaya tersebut. la langsung memasukkan jarinya ke dalam tenggorokanku hingga kumuntahkan apa yang ada di dalam perutku.

Ayahku berkata kepadanya, "Engkau adalah sahaya wanita milik tetangga kami. Seluruh bagianmu adalah milik mereka, sedangkan kami belum meminta izin kepada mereka mengenai air susu darimu!"

Demi Allah, aku mendengar sendiri cerita ini dari ayahku dan aku yakin bahwa kegagapanku ini ialah karena air susu yang masih tersisa dalam perutku," kata Al-Juwaini r.a. mengakhiri kisahnya.

Konon hal itu juga menimpa Abu Hanifah r.a. sehingga ia juga mengalami sulit bicara.

moga kita bisa menjaga dengan baik amanah indah ini dengan memberikan yang terbaik dan halal :)

sumber : http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com