"Jagalah dirimu dan kekuargamu dari api neraka..." (QS. At Tahrim :6)
Kutipan ayat ini tiba-tiba terlintas dibenakku (lagi). Karena hal yang sama. Tentang kewajiban kami yang juga sama. Karena kami sama, seorang muslim dan kami wanita. Kewajiban kami adalah menutup aurat alias berhijab.
Tapi aku tak pernah bisa memaksa, seperti nabi Luth yang tak bisa memaksa istrinya. Seperti nabi Nuh as. yang tak bisa memaksa anaknya dan Nabi Ibrahim as kepada ayahnya. Karena hidayah itu datang dari Allah...kepada umat-Nya yang terpilih. Dan hendaknya "ia" dijemput, bukan ditunggu..... Semoga, In shaa Allah
Mencoba merangkai kata berbuah makna
Showing posts with label meninggal khusnul khotimah. Show all posts
Showing posts with label meninggal khusnul khotimah. Show all posts
Monday, March 10, 2014
Monday, October 15, 2012
Ma'as Salamah Ukhti...
Tadi pagi, ada sebuah pesan yang membuatku tercengang dan kaget tak terkira.
Aku mengenal dia, beberapa tahun lalu saat masih aktif di kegiatan remaja masjid. Dia anak yang kalem, manis dan lugu. Ya, waktu itu dia masih SMP. Tiap libur sekolah, dia sering main ke rumah, selain untuk curhat dia malah seneng denger aku cerita. Kadang aku juga mengajak dia ke pengajian di masjid lain, tujuanku waktu itu sih karena dia menginjak remaja, takut dia ikut-ikutan pergaulan yang gak baik. Sungguh aku menyayanginya seperti adikku sendiri.
Setelah menikah, aku tak pernah mendengar kabarnya, hanya sesekali lewat Facebook atau sekedar salam tiap dia lewat depan rumah. Yang kutau, sampai terakhir bertemu kau tak pernah berubah, dan masih tetap aktif di masjid. Seminggu yang lalu, aku masih diberi kenang-kenangan senyumnya yang manis dan seucap salam.
assalamu'alaikum mbax mau ngasih tau , klau mbx eva udh ndk ad , udh d panggil sma allah . . .
smoga dy d trima d sisi allah , & d tmptkn d surganya .
Amiin
Aku mengenal dia, beberapa tahun lalu saat masih aktif di kegiatan remaja masjid. Dia anak yang kalem, manis dan lugu. Ya, waktu itu dia masih SMP. Tiap libur sekolah, dia sering main ke rumah, selain untuk curhat dia malah seneng denger aku cerita. Kadang aku juga mengajak dia ke pengajian di masjid lain, tujuanku waktu itu sih karena dia menginjak remaja, takut dia ikut-ikutan pergaulan yang gak baik. Sungguh aku menyayanginya seperti adikku sendiri.
Setelah menikah, aku tak pernah mendengar kabarnya, hanya sesekali lewat Facebook atau sekedar salam tiap dia lewat depan rumah. Yang kutau, sampai terakhir bertemu kau tak pernah berubah, dan masih tetap aktif di masjid. Seminggu yang lalu, aku masih diberi kenang-kenangan senyumnya yang manis dan seucap salam.
Hari ini semua doa yang tercinta mengirimu ke peraduan terakhir. Semua yang melihatmu terakhir kali, kau seperti putri tidur tapi takkan pernah terbangun. Episode terakhirmu sungguh penuh kemudahan. Semua menangis mengiringimu, tapi mungkin kau tersenyum di sana. Allah lebih mencintaimu daripada kami di dunia ini, Allah tak ingin kau ternoda dengan kehidupan yang makin kotor dan kejam. Perjalananmu kini dimulai,semoga penuh keindahan, kelapangan dan cahaya....
Subscribe to:
Comments (Atom)
Blog Design by Gisele Jaquenod

